Sebuah portal berita yang berimbang, dan terkini

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Dalil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dalil. Tampilkan semua postingan

02 April 2023

MWC NU Bumiratu Nuban gelar safari Ramadhan ke dua



MWC NU Bumiratu Nuban gelar safari Ramadhan ke dua, kegiatan yang di rencana kan berjalan selama bulan Ramadhan ini di setiap minggunya, di hadiri segenap masyarakat Bumi Rahayu, hadir pula bapak asrak selalu kepala kampung Bumi Rahayu beserta jajarannya, Babinkamtibmas kampung Bumi Rahayu, Bapak mislan selalu ketua UPZIS NU Bumiratu Nuban, ketua Ranting se kecamatan,Ketua beserta anggota Badan otonom NU sekecamatan Bumiratu Nuban,kegiatan ini di laksanakan di aula pondok pesantren sunan kalijaga kampung bumi rahayu pada hari sabtu malam minggu tanggal 1 april 2023.

"Kita wajib bersyukur karena di sini masih ada 4 macam yang menyebabkan dunia ini masih tegak berdiri di kampung ini, Apasaja kah 4 macam yang ada di muka bumi ini maka dunia masih tegak. 
1.pemimpin yang adil
2. Ilmunya ulama
3. Dermawan nya orang yang mempunyai harta
4. Do'a nya orang fakir. 
Ungkap kiai ali asep selaku pembicara di acara tersebut, juga mengingat kan kita untuk selalu menjaga sholat kita imbuh nya. 
Dalam sambutannya Ustadz aep saifuddin selaku ketua Ranting NU kampung Bumi Rahayu juga selaku pengasuh pondok pesantren sunan kalijaga,mengajak untuk selalu bersemangat dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan ini. 

"Mari kita menjaga tali silaturahmi ini walaupun hanya sekejap mata, tetapi kami sangat merasa bahagia karena jama'ah Di Bumi Rahayu dalam keadaan sehat wal afiat, ungkap kiai saroni afandi ketua MWC NU Bumiratu Nuban,. Kegiatan tersebut di akhiri dengan istighotsah dan do'a bersama.

23 September 2022

NABI ADAM AS. BERTAWASUL KEPADA NABI MUHAMMAD SHALLALLAHU ALAIHI WASALLAM


NABI ADAM AS. BERTAWASUL KEPADA NABI MUHAMMAD SHALLALLAHU ALAIHI WASALLAM

Imam Hakim an-Naisabur meriwayatkan dari Umar berkata, bahwa Nabi bersabda:

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم لَمَّا اقْتَرَفَ آدَمُ الْخَطِيْئَةَ قَالَ يَا رَبِّىْ إِنِّىْ أَسْأَلُكَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ لِمَا غَفَرْتَ لِىْ، فَقَالَ اللهُ: يَا آدَمُ كَيْفَ عَرَفْتَ مُحَمَّدًا وَلَمْ أَخْلُقْهُ؟ قَالَ: يَا رَبِّى لِأَنَّكَ لَمَّا خَلَقْتَنِىْ بِيَدِكَ وَنَفَخْتَ فِيَّ مِنْ رُوْحِكَ رَفَعْتُ رَأْسِىْ فَرَأَيْتُ عَلَى قَوَائِمِ الْعَرْشِ مَكْتُوْبًا لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ فَعَلِمْتُ أَنَّكَ لَمْ تُضِفْ إِلَى اسْمِكَ إِلَّا أَحَبَّ الْخَلْقِ إِلَيْكَ، فَقَالَ اللهُ: صَدَقْتَ يَا آدَمُ إِنَّهُ لَأَحَبُّ الْخَلْقِ إِلَيَّ اُدْعُنِى بِحَقِّهِ فَقَدْ غَفَرْتُ لَكَ وَلَوْلَا مُحَمَّدٌ مَا خَلَقْتُكَ (أخرجه الحاكم فى المستدرك وصححه ۲/۶۱۵)

“Rasulullah bersabda: “Ketika Adam melakukan kesalahan, lalu ia berkata:

 “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu dengan Haq Muhammad agar Kau ampuni diriku”.

 Lalu Allah berfirman:

 “Wahai Adam, dari mana engkau tahu Muhammad padahal belum Aku ciptakan?”

Adam menjawab:

 “Wahai Tuhanku, ketika Engkau ciptakan diriku dengan kekuasaan-Mu dan Engkau hembuskan ke dalamku sebagian dari ruh-Mu, maka aku angkat kepalaku dan aku melihat di atas tiang-tiang Arasy tertulis kalimat “Laa ilaaha illallaah muhamadur rasulullah” maka aku tahu bahwa Engkau tidak akan mencantumkan sesuatu dengan nama-Mu kecuali nama mahluk yang paling Engkau cintai”.

 Allah menjawab:

 “Benar Adam, sesungguhnya ia adalah mahluk yang paling Aku cintai, berdoalah dengan (bertawassul melaluinya maka Aku telah mengampunimu, dan andaikan tidak ada Muhammad maka tidaklah Aku menciptakanmu”.
(HR. Al-Hakim)

Dan ia (Al-Hakim) berkata bahwa hadits ini adalah shahih dari segi sanadnya. Demikian juga pernyataan Imam Baihaqi dalam kitabnya Dalail An-Nubuwwah, Imam al-Qasthalany dalam kitabnya Al-Mawahib, 2/392, Imam Zarqani dalam kitab Syarkhu Al-Mawahib Laduniyyah, 1/62, Imam Subuki dalam kitabnya Shifa As-Saqam, dan Imam Suyuti dalam kitabnya Khasais An-Nubuwah, mereka semua mengatakan bahwa hadits ini adalah shahih.

http://www.hwmi.or.id




#NahdlatulUlama 
#IslamNusantara
#MediaDakwahOnline

19 September 2022

Dedengkot W4H4B1 berselisih

Tiga dedengkot W4H4B1 berselisih paham dalam aqidah mujassimnya 

Kali ini kita obok-obok Kitab ajaran W4h4bi yang berisi Tentang Perselisihan antara Tiga tokoh mereka, yaitu Albani, Utsaimin dan Bin baz. 

Di kitab tersebut pada halaman 55 sampai 59, disebutkan perselisihan ketiganya (albani utsaimin bin baz), saat membahas dzat Allah. Tiga dedengkot W4h4b1 Mujassimah tersebut punya pandangan berbeda sebagai berikut :

1. BIN BAZ : 
menyatakan bahwa Allah mempunyai dua tangan, kiri dan kanan, tapi yang kiri cuma sebatas nama saja, sedangkan kemampuan dan kemuliaannya sama seperti tangan kanan.

2. UTSAIMIN :
menyatakan benar Allah punya dua tangan, kanan dan kiri, tapi istilah tangan kiri itu cuma sebatas menjaga umumnya penyebutan saja, yang lazimnya tangan itu terdiri dari kanan dan kiri, jika bukan karena alasan itu, sejatinya tangan Allah adalah kanan semua.

3. ALBANI :
menyatakan bahwa Tangan Allah itu dua-duanya kanan semua, jadi siapa yang menyebut bahwa Allah punya tangan kiri, maka orang itu kafir.

By. Alfan Ahmad

Foto by : hwmi

Ulama Al-Azhar Membongkar Kejahatan Wahabi





Pembahasan dan pencerahan para ulama Ahlussunnah kepada Umat Islam seluruh dunia senantiasa mengingatkan akan bahaya jaran wahabi. 

Setiap negara dan daerah masing-masing senantiasa mengingatkan akan bahayanya, baik secara Aqidah, Pemahaman Syaratnya dan Gerakan dakwahnya. 

Kenapa para ulama Ahlussunnah begitu Konsisten mengingatkan Bahaya Ajaran Wahabi?. Karena dimana ada wahabi, disana akan timbul kekacauan-kekacauan dan fitnah. 

Diantara bahaya dan Kejahatan Wahabi sudah banyak dibongkar  oleh para ulama. Selain menyimpang dalam memahami al-Quran, kelompok Wahabi tidak jarang menyerang personal ulama-ulama Ahlus Sunnah dan memanipulasi kitab-kitab karangan mereka.

Sebagaimana di laman Sanad media, dalam kajianya. Salah satu ulama besar yang tidak luput dari serangan fitnah dan penghinaan dari Wahabi adalah Imam Abu Hanifah.

Sebagian besar penganut Wahabi mencela Abu Hanifah dan menyebutnya Abu Jifah (orang busuk). Kata ejekan ini dapat ditemukan di banyak buku-buku mereka. 

Abu Hanifah mempunyai akidah yang bersanad kepada Rasulullah dan beliau masih termasuk golongan tabi'in. Esensi akidah Abu Hanifah secara argumentatif menolak paham tasybih, dan tajsim. 

Inilah yang menjadi alasan mengapa sang imam menjadi musuh mereka.

Tidak berhenti di sana. Kelompok Wahabi sampai mencetak kitab-kitab Abu Hanifah kemudian melakukan dua hal. 

Pertama, menyelewengkan dan memelintir isinya. 

Kedua, menerbitkan dan memberikan syarah (komentar) yang menyerang Abu Hanifah. "Abu Hanifah telah keliru dan keluar dari Ahlus Sunnah wal Jama'ah," demikian kata-kata mereka dalam mengomentari pendapat-pendapat Abu Hanifah.

Imam Asy'ari juga bernasib tidak jauh berbeda dari Abu Hanifah. 

Kelompok Wahabi mencetak kitab-kitabnya namun dalam versi yang sudah banyak penyelewengan. Tidak aneh bila demikian cara mereka menghadapai lawan. 

Mereka menghalalkan kebohongan untuk menghadapi musuh-musuh mereka.

Sejarah Wahabi sendiri sejak kemunculannya penuh dengan penolakan dan penentangan dari ulama-ulama Ahlus Sunnah. 

Bahkan sampai dikatakan ada peran orang Yahudi di balik kemunculan Wahabi dalam tubuh umat Islam.

Banyak ulama Ahlus Sunnah membongkar kesesatan dan menyimpangan Wahabi dalam akidah dan pemahaman atas al-Quran. 

Salah satu ulama al-Azhar yang berfokus membeberkan kesalahan-kesalahan Wahabi adalah Syekh Ahmad Mahmud asy-Syarif.

Dengan tegas, Syekh Ahmad asy-Syarif menyatakan bahwa Wahabi atau Wahabiyah bukan termasuk Ahlus Sunnah wal Jama'ah dan sejatinya ia merupakan firqah (sekte) anyar yang paham ajarannya berpangkal pada dua firqah klasik, yakni Khawarij dan Hasyawiyah.

Dikutip dalam laman resminya, Syekh Ahmad Mahmud asy-Syarif salah seorang ulama al-Azhar yang berhaluan Maturidi dalam akidah dan bermazhab Hanafi dalam fikih. 

Banyak kajian dan ceramah beliau di Youtube yang mengupas tentang akidah, tasawuf dan membongkar kesesatan Wahabi.




16 September 2022

ANTI BACA YASIN MALAM JUM’AT


ANTI BACA YASIN MALAM JUM’AT 
W4h4b1 minim referensi dan anti ulama. 

Membaca surat Yasin pada malam Jumat memiliki dalil yang dapat dipertanggung jawabkan. 

Saat memasuki Kamis malam atau malam Jumat, sebagian masyarakat khususnya warga Nahdlatul Ulama (Nahdliyin) melakukan kegiatan rutin. Dari mulai mengadakan kumpulan kampung berupa pembacaan tahlil hingga surat Yasin.

Bahkan tidak sedikit jamaah yang menamakan kelompoknya sebagai jamaah Yasin karena memang saat acara berkemupul dengan anggota lain diisi bacaan surat Yasin.

Sebagian kalangan menganggap bahwa membaca surat Yasin di malam Jumat bertentangan dengan ajaran syariat. Mereka menganggap kegiatan tersebut tidak ada dalilnya. Sebenarnya, adakah dalil yang menjelaskan anjuran dan keutamaan membaca surat Yasin di malam Jumat? 

Memang betul, yang paling umum diterangkan dalam kitab-kitab fiqih dan hadits adalah anjuran  dan keutamaan membaca surat Al-Kahfi, baik di hari atau malam Jumat. Keutamaan membaca surat al-Kahfi berlandaskan dalil hadits yang cukup banyak, bahkan beberapa di antaranya mencapai derajat hadits shahih. 

Jarang kita temukan dalam kitab fiqih atau hadits anjuran membaca selain surat Al-Kahfi pada saat malam Jumat, termasuk anjuran atau keutamaan surat Yasin.   

Namun demikian, hal tersebut tidak cukup untuk menjadi landasan untuk menyimpulkan bacaan selain surat Al-Kahfi tidak ada dalilnya. Syekh Abdur Raul al-Manawi menegaskan bahwa anggapan bahwa hanya surat al-Kahfi yang dianjurkan saat malam dan hari Jumat merupakan kekeliruan.   

Ditemukan anjuran membaca selain surat Al-Kahfi dalam beberapa hadits, meski kualitas sanadnya tidak sebaik anjuran membaca surat al-Kahfi. Al-Manawi menyebut beberapa surat yang diterangkan keutamaannya dalam sebuah hadits, yaitu surat Al-Baqarah, Ali Imran, Al-Shaffat, Yasin, dan surat-surat yang menyebutkan ihwal Ali Imran.   

Keutamaan Membaca Surat Yasin 
Kelebihan membaca surat Yasin ditegaskan dalam sebuah hadits riwayat Abu Daud sebagai berikut: 

   من قرأ سورة يس والصافات ليلة الجمعة أعطاه الله سؤله   

Artinya: Barang siapa membaca surat Yasin dan Al-Shaffat di malam Jumat, Allah mengabulkan permintaannya. (HR Abu Daud dari al-Habr) Al-Manawi menegaskan bahwa hadits ini tergolong hadits yang sanadnya terputus.

Berikut ini statemen Al-Manawi dalam kitabnya yang fenomenal, Faydl al-Qadir, komentar atas kitab Al-Jami’ al-Shaghir:   

واعلم أن المتبادر إلى أكثر الأذهان أنه ليس المطلوب قراءته ليلة الجمعة ويومها إلا الكهف وعليه العمل في الزوايا والمدارس وليس كذلك فقد وردت أحاديث في قراءة غيرها يومها وليلتها ، منها ما رواه التيمي في الترغيب من قرأ سورة البقرة وآل عمران في ليلة الجمعة كان له من الأجر كما بين البيداء أي الأرض السابعة وعروبا أي السماء السابعة وهو غريب ضعيف جدا …الى أن قال...وخبر أبي داود عن الحبر من قرأ سورة يس والصافات ليلة الجمعة أعطاه الله سؤله وفيه انقطاع   

Artinya: Ketahuilah bahwa yang terlintas di pikiran banyak orang, bahwa tidak ada bacaan yang dianjurkan di malam Jumat kecuali surat Al-Kahfi, membacanya sudah menjadi amaliah di beberapa surau dan madrasah. Anggapan demikian tidak benar. Sesungguhnya terdapat beberapa hadits tentang anjuran membaca surat selain Al-Kahfi di malam dan hari Jumat. Di antaranya hadits riwayat Al-Taimi dalam kitab Al-Targhib: Barang siapa membaca surat Al-Baqarah dan Ali Imran di malam Jumat, ia mendapat pahala sebesar sesuatu di antara bumi ketujuh dan langit ketujuh. Ini adalah hadits yang aneh dan sangat lemah. Dan hadits Imam Abu Daud dari Al-Habr: Barang siapa membaca surat Yasin di malam Jumat, Allah mengabulkan permintaannya. Di dalam hadits ini terdapat sanad yang terputus. (Abdul Ra’uf al-Manawi, Faydl al-Qadir, juz 6, halaman: 258)   

Meskipun kualitas sanad hadits tentang keutamaan bacaan Surat Yasin ini tergolong lemah, namun tetap dianjurkan dan dapat diamalkan isi kandungannya. Sebagaimana ditegaskan oleh ulama bahwa hadits-hadits lemah boleh diamalkan untuk hal-hal yang berkaitan dengan keutamaan amal asalkan bukan tergolong hadits maudlu’ (palsu).   

Syekh Ibnu Hajar al-Haitami mengatakan: 

   وقد تقرر أن الحديث الضعيف والمرسل والمنقطع والمعضل والموقوف يعمل بها في فضائل الأعمال إجماعا   

Artinya: Dan merupakan ketetapan bahwa hadits dla’if, mursal, munqathi’, mu’dlal dan mauquf dapat dipakai untuk keutamaan amal menurut kesepakatan ulama. (Syekh Ibnu Hajar al-Haitami, Al-Fatâwâ al-Kubrâ al-Fiqhiyyah, Beirut, Dar al-Fikr, 1983 M, juz 2, halaman: 53).   

Demikianlah dalil keutamaan membaca Surat Yasin di malam Jumat, mari kita budayakan untuk tidak mudah memvonis salah atau bid’ah, karena bisa jadi kita yang belum mengetahui sudut pandang pembenaran ilmiahnya. Semoga bermanfaat.

Sumber : NU Online.

15 September 2022

MENENGAHI KONFLIK ANTARA MAS EKO KUNTHADI DAN NING IMAZ RIFQIL

MENENGAHI KONFLIK ANTARA MAS EKO KUNTHADI DAN NING IMAZ RIFQIL




Mendefinisikan surga beserta perdetailnya memang cukup riskan. Apalagi kalau konteksnya masih dihubungkan dengan kenikmatan badani. Sehingga menjadi sesuatu yang kalau tidak dibarengi dengan nash suci dan syarohnya maka akan bisa terbaca "lain". 

Beberapa waktu belakangan, kita menjadi risih tatkala ada penceramah yang menjelaskan tentang pesta seks di surga, tentang penjemputan 72 bidadari kalau mau jadi pelaku bom bunuh diri dan selanjutnya. Narasi-narasi ini kemudian dikounter oleh banyak penceramah baik lisan maupun tulisan. 

Sehingga masih menyisakan stock of knowledge dan prejudis bahwa menerangkan surga yang ujung-ujungnya bermuara pada syahwat badani adalah karakter khas dari kelompok tertentu yang dipandang dangkal agamanya.

Padahal, ada beberapa pendeskripsian itu secara letterlijk benar-benar ada di Hadits dan Kitab Tafsirnya. Hanya saja penjelasannya harus lengkap dan proporsional. Tidak asal comot seperti yang sudah-sudah.

Lalu, terjadilah peristiwa yang tidak mengenakkan bagi kita semua. Ketika Ning Imaz menerangkan salah satu deskripsi ini, maka membuat ingatan sebagian orang langsung tertuju pada golongan tersebut. Salah satunya ialah Mas Eko Kunthadi, seorang pegiat medsos beraliran Nasionalis yang sering melakukan kontranarasi kepada pemikiran-pemikiran aneh tersebut.

Penulis sangat yakin bahwa Mas Eko belum mengenal Ning Imaz. Bahwa beliau adalah seorang Ulama Muda Perempuan dari garis nasab dan sanad yang jelas dan tidak ada keraguan di dalamnya.

Secara nasab beliau merupakan keluarga besar dari Pondok Pesantren Lirboyo Jawa Timur yang tidak perlu diragukan keilmuannya. Beliau diperistri oleh Gus Rifqil Muslim Suyuthi, putra dari KH Suyuthi salah satu Ulama Kendal yang jelas dan tegas juga muktabar keilmuannya. 

Sehingga ketika terjadi ketidakcocokan maka bisa dilakukan tabayun ataupun belajar mencari referensi yang dipakai oleh Ning Imaz ini. Dan alangkah indahnya apabila Ning Imaz juga menunjukkan referensi yang beliau terangkan tersebut jika memang ada dan diperlukan.

Sebab, sebenarnya keterangan Ning Imaz juga "dipertanyakan" keabsahannya oleh beberapa aktivis perempuan Islam yang mencurahkan keraguannya kepada penulis. Jika memang dirasa penting dan shohih bisa ditunjukkan, maka klir-lah semuanya.

Dalam khazanah keilmuan ahlussunnah wal jama'ah di Nusantara dikenal adanya khilafiyah. Jika bersumber dari dasar yang sama-sama valid, dua pendapat yang berbeda bahkan terkesan saling bertentangan tidak bisa disalahkan salah satunya. Dan keduanya akan saling menghormati. Justru perbedaan ini menjadi rahmat. Sebab, dikembalikan kepad umat, silakan mengikuti yang paling mudah dan atau paling ringan. 

Begitu Mas Eko mendapat teguran halus

09 September 2022

MENJAWAB TABUR BUNGA DI MAKAM TIDAK BERGUNA

Foto hwmi

MENJAWAB TABUR BUNGA DI MAKAM TIDAK BERGUNA


Beredar luas meme yg menyalahkan tradisi tabur bunga di kuburan. Coba perhatikan katerangan di bawah ini:


عن عبد الله بن عباس رضي الله عنهما قال: مَرَّ رسولُ اللّٰه صلّٰى الله عليه وسلم علٰى قَبْرَيْنِ فقَالَ : "إنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِى كَبِيْرٍ ، اَمَّا اَحَدُهُمَا فَكَانَ يَمْشِى بِالنَّمِيْمَةِ، وَأَمَّا الآخَرُ فَكَانَ لَا يَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ" فَأَخَذَ جَرِيْدَةً رَطْبَةً فَشَقَّهَا نِصْفَيْنِ فَغَرَز فِى كُلِّ قَبْرٍ وَاحِدَةً فَقَالُوْا: يا رسول الله لِمَ فَعَلْتَ هٰذَا قَالَ : “لَعَلَّهُ يُخَفَّفُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا”

Dari Ibnu ‘Abbas. Beliau bercerita:

(Pada suatu hari) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lewat di dekat dua kuburan.  Lalu beliau bersabda:


“Sesungguhnya keduanya sedang disiksa, dan keduanya disiksa bukan karena dosa besar. Yang satunya suka mengadu domba, sementara yang satunya lagi disiksa karena tidak menjaga diri (dari percikan) saat kencing.” 

Kemudian beliau mengambil sebatang dahan kurma yang masih basah, beliau lalu membelahnya menjadi dua bagian, kemudian menancapkannya pada masing-masing kuburan tersebut. 


Para sahabat pun bertanya; “Wahai Rasulullah, kenapa engkau melakukan ini?”

Beliau menjawab: “Semoga siksa keduanya diringankan selama dahan pohon korma ini masih basah" (HR. Bukhari). 


Berikut komentar para ulama terkait hadits tersebut:


1. Imam Nawawi di Syarah Muslimnya:


وَاسْتَحَبَّ العلَماءُ قِرَاءَةَ القُرْآنِ عَنْدَ القَبْرِ لِهٰذَا الحَدِيْثِ ، لِأَنَّهُ إِذَا كَانَ يُرْجٰى التَّخْفِيْفُ بتَسْبِيْحِ الجَرِيْدِ فَتِلَاوَةُ القُرْآنِ أوْلٰى.

Berdasarkan hadits ini, Ulama' menganjurkan membaca Alqur'an dimakam, sebab jika dengan tasbih pelepah korma saja diharapkan (si mayat) dapat keringanan, apalagi dengan bacaan Alquran.


2. Imam Ibnu Hajar di Syarah Bukharinya:


وَقَدْ قِيْلَ : إِنَّ المَعْنٰى فِيْهِ أَنَّهُ يُسَبِّحُ مَا دَامَ رَطْبًا فَيَحْصُلُ التَّخْفِيْفُ بِبَركَةِ التَّسْبِيْحِ ، وَعَلٰى هٰذا فيُطْرَدُ فِى كُلِّ مَا فِيْهِ رُطُوبَةٌ مِنَ الأشْجَارِ وَغَيْرِهَا. وَكَذالِكَ فِيْما فِيْهِ بَرَكةٌ كَالذِّكْرِ وَتِلَاوَةِ القُرآنِ مِنْ بَابٍ أَوْلٰى.

Dikatakan: Makna yang tersimpan di balik Rasulullah SAW menancapkan pelepah korma dimakam tersebut ialah, bahwa selama masih basah, pelepah korma itu bertasbih, dengan berkat tasbihnya keringanan adzab kubur dapat diperoleh. Dengan demikian, apapun, baik pepohonan atau yang lainnya, selama masih basah, (juga bertasbih dan dapat meringankan adzab kubur).


Maka, dibalik apa saja yang mengandung barokah, seperti dzikir dan bacaan Alquran, (tentu) lebih utama.


4. Syaikh Wahbah Az-Zuhaili dalam AL-FIQHUL ISLAMI WA ADILLATUHU: 2/672 menuturkan :


والدليل ما ورد في الحديث الصحيح من وضعه عليه الصلاة والسلام الجريدة الخضراء، بعد شقها نصفين على القبرين اللذين يعذبان، وتعليله بالتخفيف عنهما ما لم ييبسا أي يخفف عنهما ببركة تسبيحهما؛ إذ هو أكمل من تسبيح اليابس، لما في الأخضر من نوع حياة

“Dalilnya adalah riwayat dalam hadits shahih yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW meletakkan dahan hijau yang segar setelah membelahnya menjadi dua bagian di atas dua makam yang penghuninyanya sedang disiksa. Tujuan peletakan dahan basah ini adalah peringanan siksa keduanya selagi kedua dahan itu belum kering, yaitu diringankan keduanya dengan berkah tasbih kedua dahan tersebut. Pasalnya, tasbih dahan basah lebih sempurna daripada tasbih dahan kering karena hijau mood segar mengandung daya hidup,” 


Oleh karena itu dalam kitab Al-Iqna pada Hamisy Tuhfatul Habib: 2/570-571 disebutkan:


وَيُسَنُّ وَضْعُ الْجَرِيدِ الْأَخْضَرِ عَلَى الْقَبْرِ وَكَذَا الرَّيْحَانُ وَنَحْوُهُ مِنْ الشَّيْءِ الرَّطْبِ 

Peletakan dahan pohon yang masih segar di atas kubur disunnahkan. Demikian pula benda-benda yang mengandung aroma yang sedap atau serupa dari zat yang basah-segar (aneka flora).


Sebenarnya kalau mau dikutip pendapat para ulama ttg masalah ini sangat banyak sekali. Smg sedikit ilmu ini dapat bermanfaat.. 🙏


Sumber: Gus Dewa Menjawab