Punggur, Lampung Tengah – Menjelang pelaksanaan Konferensi Anak Cabang (Konferancab) ke-VI, Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Punggur memperkenalkan logo resmi kegiatan yang sarat makna filosofis dan nilai kebangsaan.
Logo Konferancab ke-VI mengusung ikon utama buah nanas, yang merepresentasikan identitas khas Kecamatan Punggur melalui simbol Tugu Nanas. Unsur ini menjadi lambang kebanggaan sekaligus pengingat pentingnya menjaga kearifan lokal dalam setiap langkah pengabdian kader Ansor.
Bagian mahkota nanas dirancang berbentuk tiga segitiga yang terinspirasi dari lambang Gerakan Pemuda Ansor. Tiga segitiga tersebut melambangkan tiga pilar Nahdlatul Ulama, yakni Nahdlatut Tujjar (gerakan ekonomi), Nahdlatul Ilmiah (gerakan keilmuan), dan Nahdlatul Wathon (gerakan kebangsaan). Warna hijau tua yang digunakan menggambarkan keteguhan iman, kesuburan, serta kedamaian sebagai landasan perjuangan organisasi.
Sementara itu, buah nanas dengan pita tiga warna menjadi representasi tema besar Konferancab ke-VI: Berkhidmat, Bersatu, Berdaya.
Warna oranye/jingga menggambarkan semangat dan pengabdian tulus kader Ansor.
Warna kuning melambangkan persatuan dan kehangatan dalam menjaga ukhuwah.
Warna hijau muda menandakan kemandirian serta daya juang dalam berkontribusi nyata bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan.
Adapun pita spiral melingkar pada logo menyimbolkan keluwesan dan keterbukaan Ansor yang mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat demi mewujudkan persatuan dan kemaslahatan bangsa.
Sebagai penutup, logo juga menampilkan ornamen perahu khas Lampung, yang menggambarkan perjalanan hidup penuh perjuangan, semangat gotong royong, serta identitas kebudayaan masyarakat Lampung yang diwariskan lintas generasi. Warna hitam pada ornamen tersebut melambangkan kewibawaan, ketegasan, dan elegansi Ansor dalam menghadapi tantangan zaman.
Melalui simbol-simbol tersebut, PAC GP Ansor Punggur menegaskan bahwa Konferancab ke-VI bukan sekadar agenda organisasi, tetapi juga momentum memperkuat nilai keislaman, kebangsaan, dan kearifan lokal dalam bingkai pengabdian kepada Nahdlatul Ulama, bangsa, dan negara.














