![]() |
Sebuah portal berita yang berimbang, dan terkini
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
![]() |
Saya awali dengan pembahasan :
AL QUR'AN BUKAN MAKHLUK
![]() |
| Foto Dewan Guru dan peserta lomba |
![]() |
| Kegiatan lomba |
![]() |
| Kegiatan lomba |
![]() |
| http://www.hwmi.or.id |
![]() |
| Foto by : hwmi |

![]() |
| Foto hwmi |
MENJAWAB TABUR BUNGA DI MAKAM TIDAK BERGUNA
Beredar luas meme yg menyalahkan tradisi tabur bunga di kuburan. Coba perhatikan katerangan di bawah ini:
عن عبد الله بن عباس رضي الله عنهما قال: مَرَّ رسولُ اللّٰه صلّٰى الله عليه وسلم علٰى قَبْرَيْنِ فقَالَ : "إنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِى كَبِيْرٍ ، اَمَّا اَحَدُهُمَا فَكَانَ يَمْشِى بِالنَّمِيْمَةِ، وَأَمَّا الآخَرُ فَكَانَ لَا يَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ" فَأَخَذَ جَرِيْدَةً رَطْبَةً فَشَقَّهَا نِصْفَيْنِ فَغَرَز فِى كُلِّ قَبْرٍ وَاحِدَةً فَقَالُوْا: يا رسول الله لِمَ فَعَلْتَ هٰذَا قَالَ : “لَعَلَّهُ يُخَفَّفُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا”
Dari Ibnu ‘Abbas. Beliau bercerita:
(Pada suatu hari) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lewat di dekat dua kuburan. Lalu beliau bersabda:
“Sesungguhnya keduanya sedang disiksa, dan keduanya disiksa bukan karena dosa besar. Yang satunya suka mengadu domba, sementara yang satunya lagi disiksa karena tidak menjaga diri (dari percikan) saat kencing.”
Kemudian beliau mengambil sebatang dahan kurma yang masih basah, beliau lalu membelahnya menjadi dua bagian, kemudian menancapkannya pada masing-masing kuburan tersebut.
Para sahabat pun bertanya; “Wahai Rasulullah, kenapa engkau melakukan ini?”
Beliau menjawab: “Semoga siksa keduanya diringankan selama dahan pohon korma ini masih basah" (HR. Bukhari).
Berikut komentar para ulama terkait hadits tersebut:
1. Imam Nawawi di Syarah Muslimnya:
وَاسْتَحَبَّ العلَماءُ قِرَاءَةَ القُرْآنِ عَنْدَ القَبْرِ لِهٰذَا الحَدِيْثِ ، لِأَنَّهُ إِذَا كَانَ يُرْجٰى التَّخْفِيْفُ بتَسْبِيْحِ الجَرِيْدِ فَتِلَاوَةُ القُرْآنِ أوْلٰى.
Berdasarkan hadits ini, Ulama' menganjurkan membaca Alqur'an dimakam, sebab jika dengan tasbih pelepah korma saja diharapkan (si mayat) dapat keringanan, apalagi dengan bacaan Alquran.
2. Imam Ibnu Hajar di Syarah Bukharinya:
وَقَدْ قِيْلَ : إِنَّ المَعْنٰى فِيْهِ أَنَّهُ يُسَبِّحُ مَا دَامَ رَطْبًا فَيَحْصُلُ التَّخْفِيْفُ بِبَركَةِ التَّسْبِيْحِ ، وَعَلٰى هٰذا فيُطْرَدُ فِى كُلِّ مَا فِيْهِ رُطُوبَةٌ مِنَ الأشْجَارِ وَغَيْرِهَا. وَكَذالِكَ فِيْما فِيْهِ بَرَكةٌ كَالذِّكْرِ وَتِلَاوَةِ القُرآنِ مِنْ بَابٍ أَوْلٰى.
Dikatakan: Makna yang tersimpan di balik Rasulullah SAW menancapkan pelepah korma dimakam tersebut ialah, bahwa selama masih basah, pelepah korma itu bertasbih, dengan berkat tasbihnya keringanan adzab kubur dapat diperoleh. Dengan demikian, apapun, baik pepohonan atau yang lainnya, selama masih basah, (juga bertasbih dan dapat meringankan adzab kubur).
Maka, dibalik apa saja yang mengandung barokah, seperti dzikir dan bacaan Alquran, (tentu) lebih utama.
4. Syaikh Wahbah Az-Zuhaili dalam AL-FIQHUL ISLAMI WA ADILLATUHU: 2/672 menuturkan :
والدليل ما ورد في الحديث الصحيح من وضعه عليه الصلاة والسلام الجريدة الخضراء، بعد شقها نصفين على القبرين اللذين يعذبان، وتعليله بالتخفيف عنهما ما لم ييبسا أي يخفف عنهما ببركة تسبيحهما؛ إذ هو أكمل من تسبيح اليابس، لما في الأخضر من نوع حياة
“Dalilnya adalah riwayat dalam hadits shahih yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW meletakkan dahan hijau yang segar setelah membelahnya menjadi dua bagian di atas dua makam yang penghuninyanya sedang disiksa. Tujuan peletakan dahan basah ini adalah peringanan siksa keduanya selagi kedua dahan itu belum kering, yaitu diringankan keduanya dengan berkah tasbih kedua dahan tersebut. Pasalnya, tasbih dahan basah lebih sempurna daripada tasbih dahan kering karena hijau mood segar mengandung daya hidup,”
Oleh karena itu dalam kitab Al-Iqna pada Hamisy Tuhfatul Habib: 2/570-571 disebutkan:
وَيُسَنُّ وَضْعُ الْجَرِيدِ الْأَخْضَرِ عَلَى الْقَبْرِ وَكَذَا الرَّيْحَانُ وَنَحْوُهُ مِنْ الشَّيْءِ الرَّطْبِ
Peletakan dahan pohon yang masih segar di atas kubur disunnahkan. Demikian pula benda-benda yang mengandung aroma yang sedap atau serupa dari zat yang basah-segar (aneka flora).
Sebenarnya kalau mau dikutip pendapat para ulama ttg masalah ini sangat banyak sekali. Smg sedikit ilmu ini dapat bermanfaat.. 🙏
Sumber: Gus Dewa Menjawab