Lampung Tengah – Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Lampung Tengah melalui UPZISNU CARE menggelar Rapat Evaluasi Gerakan KOIN NU pada Kamis (28/8/2025), bertempat di Kantor PCNU Lampung Tengah. Acara berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 13.00 WIB.
Rapat ini diikuti oleh tiga UPZISNU MWCNU yang telah menjalankan program KOIN NU, yakniUPZISNU MWCNU Kalirejo, UPZISNU MWCNU Trimurjo, dan UPZISNU MWCNU Seputih Agung, bersama pengurus UPZISNU Ranting di masing-masing wilayah.
Dalam sambutannya, Abdul Hadi, Kepala Cabang UPZISNU CARE LazisNU Lampung Tengah, menegaskan bahwa KOIN NU adalah instrumen penting untuk membangun kemandirian jamaah dan jam’iyah Nahdlatul Ulama’. Menurutnya, potensi KOIN NU sangat besar apabila dikelola dengan serius dan profesional.
"Kenapa KOIN NU harus ditangani dengan serius? Karena KOIN NU potensinya besar, dan akan mampu menjadi penggerak lembaga-lembaga di internal NU. Jika dikelola secara MANTAP (Modern, Akuntabel, Transparan, Amanah, dan Profesional), NU akan mandiri dan berdaulat," tegas Abdul Hadi.
Salah satu poin penting dalam rapat ini adalah pembahasan regulasi prosentase dana infaq dan shadaqah. Disepakati bahwa dana ZIS harus bisa dikelola di setiap level organisasi, baik PCNU, MWCNU, maupun PRNU. Pada tahap awal, LazisNU PCNU Lampung Tengah akan mendistribusikan 1000 kotak KOIN NU kepada UPZISNU PRNU melalui MWCNU. Regulasi penggunaan dana ditetapkan sebesar 80% untuk lima program utama dan 20% untuk operasional lembaga.
Sebagai penutup kegiatan, dilakukan pentasarufan zakat maal kepada 14 mustahiq yang tergolong golongan sabilillah. Penerima manfaat mendapatkan bantuan berupa beras isi 5 kilogram, yang bersumber dari zakat maal dr. Uswatun Hasanah.
Dengan adanya rapat evaluasi ini, LazisNU berharap Gerakan KOIN NU semakin terstruktur, akuntabel, dan berdampak luas bagi jamaah serta jam’iyah NU di Kabupaten Lampung Tengah.









0 comments:
Posting Komentar